Jumat, 18 Januari 2013

Terbuka Lebar Peluang Ekspor dari Budidaya Belut

Penggunaan pestisida pada lahan pertanian yang berlebihan akan mempengaruhi ekosistem ikan yang ada disekitarnya, salah satunya adalah belut. Sehingga keberadaan belut di alam semakin terancam dikarenakan ketidak seimbangan kita dalam merawat alam. Tetapi, kini tidak perlu khawatir, anda bisa memanfaatkan dengan membudidayakan belut sebagai peluang usaha sekaligus menjaga keseimbangan alam. Selain itu, keuntungan dalam berbisnis belut adalah besarnya permintaan pasar belut baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Permintaan ekspor belut dari beberapa negara tujuan dapat dilihat ditabel di bawah ini :
Sumber: Drs Ruslan Roy, MM, Ir R. M. Son Son Sundoro, www.eelstheband.com, dan telah diolah dari berbagai sumber.
(*) dikutip dari sumber – sumber di trubus online, dll.
Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong,  Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.
Budidaya Belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. Masyarakat yang memiliki lahan sempit pun dapat memelihara belut. Secara Teknis Budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama.
a. Tempat/Lokasi Budidaya
Pemilihan lokasi bakal pembuatan kolam ditempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari, meskipun dapat disiasati dengan pemberian peneduh. Disamping itu luas lahan dengan memperhatikan kemiringan dan batas calon kolam. Kolam ini dapat diatas tanah atau galian tanah, hal ini tergantung pada luas lahan yang akan memudahkan pengamatan, pembangunan konstruksi kolam, seperti pintu air, saringan dan lain sebagainya.
b. Pembuatan kolam
Lokasi yang telah ditentukan dengan memperhatikan persyaratan teknis dan jenis kolam, baik kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan serta kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersndiri, pertama, Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm x 400 cm x 80 cm, kedua Kolam Pemijahan 200 cm x 200 cm x 100 cm, ketiga, Kolam Pembesaran 500 cm x 500 cm x 120 cm.
c. Media Pemeliharaan
Kolam budidaya belut menggunakan media pemeliharaan sebagai tempat hidup berupa tanah/lumpur sawah yang dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang dibusukkan), jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk urea dan NPK dengan perbandingan kurang lebih sebagai berikut :
Lapisan paling bawah tanah/lumpur setinggi 20 cm.
  1. Lapisan pupuk kandang setinggi 5 cm.
  2. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
  3. Lapisan Pupuk kompos setinggi 5 cm.
  4. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
  5. Lapisan jerami padi setinggi 15 cm, yang diatasnya ditaburi secara merata pupuk urea 2,5 kg dan NPK 2,5 kg untuk ukuran kolam 500 cm x 500 cm. Perbandingan jumlah pupuk dan luas kolam ini juga dipergunakan dalam ukuran kolam, baik lebih besar maupun kecil.
  6. Lapisan tanah/lumpur setinggi 20 cm.
  7. Lapisan air dengan kedalaman setinggi 15 cm, yang ditaburi secara merata batang pisang sampai menutupi permukaan kolam.
Seluruh media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi dan siap untuk pemeliharaan belut selama kurang lebih dua minggu.
d. Pemilihan Benih
Media pemeliharaan yang sudah lengkap dan siap untuk pemeliharaan, menuntut pemilihan bibit belut yang berkualitas agar menghasilkan keturunan normal.
Syarat Benih Belut : pertama, anggota tubuh utuh dan mulus atau tidak cacat atau bekas gigitan. kedua, mampu bergerak lincah dan agresif. ketiga, penampilan sehat yang ditunjukan dengan tubuh yang keras, tidak lemas tatkala dipegang. keempat, tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. kelima, usia berkisar 2-4 bulan.
Disamping itu diperhatikan pula pemilihan induk belut jantan dan betina sebagai berikut :
  • Ciri Induk Belut Jantan
  1. Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
  2. Warna permukaan kulit gelap atau abu-abu.
  3. Bentuk kepala tumpul.
  4. Usia diatas sepuluh bulan.
  • Ciri Induk Belut Betina
  1. Berukuran panjang 20-30 cm
  2. Warna permukaan kulit cerah atau lebih muda
  3. Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perut
  4. Bentuk kepala runcing
  5. Usia dibawah sembilan bulan.
e. Perkembangan Belut
Belut berkembangbiak secara alami dialam terbuka dan dapat dibudidaya dengan perkembangbiakan normal dikolam dengan media pemeliharaan yang memenuhi persyaratan. Belut secara lami memiliki masa kawin selama musim hujan (4-5 bulan), dimalam hari dengan suhu sekitar 28° C atau lebih. Musim kawin ini ditandai dengan berkeliarannya belut jantan kepenjuru kolam, terutama ketepian dan dangkal yang akan menjadi lubang perkawinan. Lubang berbentuk “U” dimana belut jantan akan membuat gelembung busa dipermukaan air untuk menarik perhatian betina, namun belut jantan menunggu pasangannya dikolam yang tidak berbusa. Telur-telur dikeluarkan disekitar lubang, dibawah busa dan setelah dibuahi akan dicakup pejantan untuk disemburkan dilubang persembunyian yang dijaga belut jantan.
f. Penetasan
Telur-telur ini akan menetas setelah 9-10 hari, tetapi dalam pendederan menetas pada hari ke 12-14. Anak-anak belut ini memiliki kulit kuning yang semakin hari akan berangsur-angsur menjadi coklat. Belut jantan akan tetap menjaga sampai belut muda berusia dua minggu atau mereka meninggalkan sarang penetasan untuk mencari makanan sendiri.
g. Makanan dan kebiasaan makan
Belut secara alamiah memakan segala jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh di air. Belut ini akan menyergap makanannya dengan membuat lubang perangkap, lubang ini menyerupai terowongan berdiameter 5 cm.
h. Hama belut
Belut jarang terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, namun mereka sering kekurangan pangan, kekeringan atau dimakan sesama belut dan predator lainnya, sehingga memerlukan air mengalir agar tetap sehat.
Setelah belut berkembang sesuai yang diharapkan, kita harus memperhatikan tata cara panen agar belut tidak luka dan tetap segar, baik untuk pasar lokal maupun antar daerah dan ekspor. Belut untuk pasar lokal hanya memerlukan ukuran sedang dengan umur 3-4 bulan, sedangkan ekspor perlu ukuran lebih besar dengan usia 6-7 bulan.
Perlakukan pasca panen pun juga harus diperhatikan, baik dalam membersihkan dan memperbaiki kolam pemeliharaan serta dilakukan penggantian media yang baru, sehingga makanan belut tidak habis bahkan semakin banyak.
Sumber gambar:http://hewan-peliharaan.iklanmax.com/2009/02/05/belut-eel.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semen

Harga Semen

Daftar Harga Semen 2012 : Holcim, Tiga Roda, Semen Padang, Mortar Utama (MU), Drymix

SEMEN SERBAGUNA
Foto/GambarJenisNama ProdukHarga
Semen
Serbaguna
Semen Holcim 40 kg
50 kg
Rp. 50.000,-
Rp. 61.000,-
Semen
Serbaguna
Semen Tiga Roda 50 kg
Rp. 63.000,-
Semen
Serbaguna
Semen Padang50 kg
Rp. 59.000,-

SEMEN INSTAN - MORTAR UTAMA (MU)

Spesifikasi BarangsatuanHarga (Rp.)
MU-100 Plester Premium40 kg60.000,-
MU-200 Acian Plester & Beton5 kg21.500,-
MU-200 Acian Plester & Beton40 kg158.500,-
MU-260 Acian Profil25 kg190.500,-
MU-270 Acian Putih25 kg156.000,-
MU-300 Pasangan Bata40 kg50.500,-
MU-301 Pas Bata & Plester10 kg21.000,-
MU-301 Pas Bata & Plester40 kg57.500,-
MU-380 Perekat Bata Ringan5 kg21.000,-
MU-380 Perekat Bata Ringan40 kg150.000,-
MU-400 Perekat Keramik Dinding5 kg35.000,-
MU-410 Self Leveling Floor25 kg255.000,-
MU-440 Perata Lantai40 kg55.000,-
MU-445 Perata Lantai Premium40 kg105.000,-
MU-450 Perekat Keramik Lantai5 kg33.500,-
MU-450 Perekat Keramik Lantai40 kg205.000,-
MU-460 Perekat Keramik Daerah Basah25 kg438.500,-
MU-470 White Tile Addesive25 kg385.000,-
MU-480 Perekat Keramik diatas Keramik5 kg75.500,-
MU-L500 Perekat Mortar & Beton2 kg205.500,-
MU-600 Pelapis Kedap Air3 kg115.000,-
MU-600 Pelapis Kedap Air30 kg1.080.500,-
MU-700 Floor Hardener25 kg140.500,-
MU-800 Non-Shrink Grout40 kg157.000,-
MU-830 Perbaikan Permukaan Beton40 kg263.000,-
MU-840 Finish Coat Repair25 kg325.000,-

Semen Acian

Spesifikasi BarangsatuanHarga (Rp.)
TB-101 Perekat bata ringan/Hebel40 kg88.000,-
TB-111 Perekat bata ringan/selcon, bata presisi50 kg90.000,-
TB-131 Perekat bata tanah liat, bata merah50 kg85.000,-
D-200 Pasangan Bata merah, Plester bata, ALC Block50 kg49.000,-
S-150 Plester sekaligus acian bata ringan/hebel50 kg87.500,-
S-100 Acian dinding plester30 kg54.250,-
S-450 Acian dinding plester warna putih kekuningan30 kg89.500,-
S-500 Acian dinding plester & permukaan beton warna putih20 kg95.500,-
S-200 Acian dinding plester, permukaan beton & dinding bata ringan30 kg75.000,-
T-100 Perekat keramik homogenius tile, marmer, granit, batu alam
pada lantai dan dinding plester
40 kg

25 kg
130.500,-

112.500,-
T-110 Perekat keramik lantai 40 kg115.750,-
T-305 Perekat keramik dinding dan lantai pada daerah basah/lembab,
Tile on tile
25 kg128.000,-

Harga Kayu

KAYU RENG
Spesifikasi BarangsatuanHarga (Rp.)
Meranti 2 x 3batang (4m)15.000,-
Meranti 3 x 4batang (4m)17.500,-
Borneo 2 x 3batang (4m)17.000,-
Borneo 3 x 4batang (4m)20.500,-
Kamper 2 x 3batang (4m)20.500,-
Kamper 3 x 4batang (4m)22.000,-


KAYU KASO
Spesifikasi BarangsatuanHarga (Rp.)
Meranti 4 x 6batang (4m)32.500,-
Meranti 5 x 7batang (4m)39.000,-
Borneo 4 x 6batang (4m)28.000,-
Borneo 5 x 7batang (4m)43.000,-
Kamper 4 x 6batang (4m)50.000,-
Kamper 5 x 7batang (4m)70.000,-


KAYU GALAR
Spesifikasi BarangsatuanHarga (Rp.)
Meranti 5 x 10batang (4m)60.000,-
Borneo 5 x 10batang (4m)60.000,-
Kamper 5 x 10batang (4m)95.000,-


KAYU BALOK
Spesifikasi BarangsatuanHarga (Rp.)
Meranti 6 x 12batang (4m)80.000,-
Meranti 8 x 12batang (4m)125.000,-
Borneo 6 x 12batang (4m)80.000,-
Borneo 8 x 12batang (4m)100.000,-
Kamper 6 x 12batang (4m)185.000,-
Kamper 8 x 12batang (4m)210.000,-


TRIPLEK
Spesifikasi BarangsatuanHarga (Rp.)
Triplek Tebal 3 mmlembar42.000,-
Triplek Tebal 4 mmlembar52.000,-
Triplek Tebal 6 mmlembar95.000,-
Triplek Tebal 9 mmlembar110.000,-
Triplek Tebal 12 mmlembar150.000,-
Triplek Tebal 15 mmlembar190.000,-
Triplek Tebal 18 mmlembar200.000,-
Triplek Tebal 18 mmlembar240.000,-

Daftar Harga2 Bahan Bangunan

HARGA BAHAN BANGUNAN 2013 Harga Upah Tukang/Pekerja Bangunan
Harga Borongan Pekerjaan Bangunan
Harga Pasir dan Batu
Harga Semen
Harga Besi
Harga Wiremesh
Harga Paku
Harga Kayu
Harga Keramik
Harga Granit
Harga Cat Dinding
Harga Cat Besi & Kayu
Harga Penutup Atap
Harga Asbes
Harga Seng
Harga Atap Baja Ringan
Harga Genteng Metal
Harga Gypsum & GRC
Harga Triplek
Harga Hebel
Harga Asbes
Harga Beton Readymix
Harga Pipa PVC
Harga Lampu
Harga Lampu LED
Harga Parket Kayu
Harga Parket Bambu
Harga Paving Block / Conblock
Harga Waterproofing
Harga Polikarbonat
Harga Papan Fiber Semen
Harga Alat Listrik
Harga Kabel Listrik
Harga Peralatan Kerja
Harga Kaca
Harga Kaca Tempered
Harga Kunci Gembok
Harga Wastafel
Harga Closet Jongkok
Harga Closet Duduk
LAIN - LAIN
GAMBAR DESAIN INTERIOR RUMAH
INFO KPR RUMAH
INFO HARGA SPRING BED
INFO HARGA MOBIL BARU
INFO HARGA MOBIL BEKAS/SECOND
INFO HARGA SEPEDA MOTOR BARU
INFO KECANTIKAN WANITA
INFO ANAK & BALITA
TEKNOLOGI BAHAN BANGUNAN
Mengenal Steel Floor Deck
Wiremesh Untuk Penguat Bangunan
Sealant untuk Penambal, Perekat dan Pengisi
Mengenal Ukuran Pipa PVC dan Kegunaannya
Mengenal Papan Gypsum
Mengenal Jenis-Jenis Lampu
Mengenal Jenis Kabel Listrik
Papan Fiber Semen Alternatif Pengganti Gypsum
Keunggulan Material Gypsum
TEKNIK BANGUNAN
Cara Memasang Angkur
Cara Menyambung Pipa Paralon/PVC
Cara Membuat Kran Air Otomatis
Cara Menguji Bata Merah Berkualitas
Menghitung Kebutuhan Cat Dinding/Tembok
Cara Merawat Water Heater
Cara Memasang Water Heater
Cara Menghitung Kebutuhan Paving/Conblock
Cara Pasang Conblock dan Constone
TIPS BANGUNAN
Tips Memilih Batako
Tips Memilih Angkur
Tips Membeli Rumah Menurut Fengshui
Tips Memasang Wallpaper
Tips Memilih Lantai Granit
Tips Memilih Lampu Hias
Tips Memilih Kunci / Pegangan Pintu
Tips Memilih Papan Gypsum
Tips Memilih Polikarbonat
Tips Memilih Kayu
Tips Memilih Keramik Lantai
Tips Memilih Water Heater
Tips Membeli Wiremesh
Tips Memilih Cat Rumah/Tembok
Tips Memilih Pasir Untuk Bangu

Daftar Suku Bunga KPR 2013

BankRate KPR (Fix/Floating)
BNI9,9 % (1 th) / 11,00 %
Mandiri8,8% (1 th)/11,10 %
BCA9,50% (floating)
BTN7,49 % (2 th) / 11,08 %
BRI7,5 % (2 th) / 10,25 %
Permata8,5% (1 th) / 11,50 %
CIMB Niaga9,25 % (1 th) / 11,00 %
Danamon 9,75 % (1 th)/ 12,25 %
Panin8,88 % (3 th) / 11,75 %
OCBC NISPFloating 12,50 %
HSBCFloating 8,75 %
Bank Jabar BantenFloating 9,14 %
Bank MegaFloating 12,50 %
UOB Buana10,75 % (1 th)
BukopinFloating 12,40 %
BIIFloating 10,37 %
Bank ANZ Indonesia7,99 % (2 th) / 10,68 %
ICB Bumi Putera10,75 % (1 th)